Finding
Surya Dharma: Ahrie Sonta Menempuh Studi Empirik yang Komprehensif
Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian telah memiliki program Doktor sejak tahun 1994, dan pada tanggal 7 Juni 2018 telah berhasil meluluskan seorang Doktor pertama, yaitu saudara Ahrie Sonta, yang memperoleh beasiswa dari Lembaga kepolisian Republik Indonesia. Saudara Dr. Ahrie Sonta, berhak menjadi lulusan Doktor pertama, karena prestasi akademik yang diraihnya dan kesungguhannya untuk menyelesaikan program doktor dengan baik dan tepat waktu.
Sebagai staf pengajar di program pascasarjana PTIK dan Ko promoter, saya telah mengamati kemampuan akademik dan kesungguhan serta ketertarikannya Dr.Ahrie Sonta, untuk melakukan penelitian disertasinya dibidang budaya organisasi di kepolisian. Akhirnya, judul disertasi beliau dirumuskan menjadi “Model Penguatan Budaya Etika di Kepolisian Tingkat Resor: Suatu Pendekatan Habitus Pierre Bourdieu.
Topik penelitian disertasi yang diminati ini tentunya sangat penting dan relevan dengan kebijakan reformasi Polri yang meliputi aspek strukural, instrumental dan kultural, dan aspek kultural merupakan aspek yang paling penting dan strategis karena perubahan budaya menyentuh perubahan nilai-nilai etika, habit, pola piker, perilaku yang tidak mudah untuk dilakukan dalam organisasi kepolisian.
Sesuai dengan kemampuan dan kegigihan dalam memperlajari perspektif kelimuan yang diperlukan dalam menganalisis fenomena tersebut, Dr Ahrie Sonta telah berhasil menelusuri, mempelajari atau mereview berbagai studi empiris yang terkait dengan reformasi kepolisian di berbagai negara di Turki (Muamer Yildiz,2011); Malta (Jazquiline Azzopardi,2004); Australia (Janet Chan,2004); Hongkong (Raymond Lau,2004); Singapora (Jon S.T.Quah,2006) dan Finlandia (Juntunen & Esa Kayhko,2008).
Kemampuannya dalam mereview berbagai penelitian empiris tersebut, telah menyakinkan dirinya bahwa topik penelitian budaya etika merupakan topik penting didalam reformasi kepolisian di berbagai negara. Menurut saya, kemampuan Bahasa inggris Dr.Ahrie Sonta yang cukup baik, menjadi modal penting dalam mereview berbagai jurnal internasional dan berbagai perspektif teori yang sangat diperlukan untuk menulis karya ilmiah suatu disertasi.
Saya sebagai Ko promoter sangat salut dengan kesungguhan dan keuletan Dr Ahrie Sonta dengan berbagai kesibukannya sebagai anggota kepolisian, masih mampu menyempatkan dirinya untuk menelusuri berbagai jurnal internasional, dan buku-buku referensi ilmiah yang terkait dengan fenomena yang sedang diteliti dalam disertasinya.
Keberhasilan Dr. Ahrie Sonta dalam meraih gelar Doktor di PTIK, mudah-mudahan dapat menjadikan inspirasi bagi rekan-rekan di Lembaga kepolisian untuk menjadi pembelajar di organisasinya, sehingga dapat memperkuat sumberdaya manusia polri dalam mewujudkan polri yang professional, modern dan terpercaya.
Temuan penelitian yang dihasilkan dalam disertasi Dr Ahrie Sonta, dapat di jadikan usaha lebih lanjut untuk mencari praktek-praktek terbaik yang mungkin dapat dilakukan dalam penguatan budaya etika di organisasi kepolisian, sekalipun penelitian ini terbatas pada tingkat resor tertentu.
Reformasi organisasi kepolisian yang dilakukan di berbagai negara juga telah memanfaatkan hasil penelitian Ilmiah sebagai referensi dalam pembuatan kebijakan, sehingga hasil penelitian Dr Ahrie Sonta tidak saja memperkaya khasanah ilmu pengetahuan terutama perspektif teori Bourdieu, tetapi bagaimana hasil penelitian tersebut memberi manfaat bagi praktek-praktek penguatan budaya organisasi khususnya penguatan praktek-praktek manajemen sumberdaya manusia yang sangat relevan dan penting terkait dengan reformasi di Lembaga kepolisian secara keseluruhan.
Menurut saya gelar Doktor yang diperoleh Dr. Ahrie Sonta merupakan awal perjuangan untuk menujukkan dan mempertanggung jawabkan gelar akademik tertinggi saudara di lingkungan masyarakat akademik, masyarakat dan Lembaga kepolisian. Oleh sebab itu, harapan saya Dr Ahrie Sonta harus menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat (life long learner), karena dinamika perubahan lingkungan menuntut kita harus proaktif untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan lingkungan dan pengetahuan.
Saya sebagai Ko promoter merasa bangga menjadi partner diskusi, dialog dan berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dengan Dr Ahrie Sonta, khususnya dalam menghasilkan disertasi yang dapat membanggakan bagi Lembaga PTIK dan Lembaga kepolisian dalam menghasilkan Doktor yang berkualitas. Saya juga merasa bangga atas kerjasama yang baik dengan promotor dan sesama ko promoter dalam menghasilkan lulusan doktor pertama di Lembaga PTIK. Mudah-mudahan disertasi Dr Ahrie Sonta dapat ditulis sebagai buku referensi yang dapat dibaca oleh kalangan akademik dan sesama anggota kepolisian.
Selamat atas prestasi saudara meraih Doktor Ilmu Kepolisian, semoga dengan pendidikan tertinggi yang dimilki ini dapat mendukung kualitas kinerja saudara dan kinerja organisasi serta karir saudara di Lembaga kepolisian. Selamat berjuang dan selamat bergabung dengan masyarakat ilmiah dimana saja berada.
Jakarta, 10 Juni 2018

Prof. Surya Dharma merupakan staf pengajar di program Pascasarjana PTIK.
