Connect with us

Ahriesonta.id

Djuni Thamrin: Ahrie Sonta Pembelajar Sejati yang Sangat Santun

Djuni Thamrin Ph.D bersama Kapolri Tito Karnavian dalam sebuah acara peluncuran buku Community Policing di Jakarta. (Foto: Istimewa, Youtube).

Finding

Djuni Thamrin: Ahrie Sonta Pembelajar Sejati yang Sangat Santun

Pertama, saya ingin menyampaikan apresiasi luar biasa atas keberhasilan Dr. Ahrie Sonta dalam mempertahankan disertasinya dihadapan para penguji internal maupun eksternal STIK/PTIK. Dalam kacamata saya sebagai seorang pengajar dan akademisi, disertasi Dr. Ahrie Sonta sudah sangat layak untuk disejajarkan dengan disertasi sejenis yang dipertahankan oleh doktor ilmu-ilmu sosial dan filsafat lainnya.

Hal yang membuat saya memberikan apresiasi tambahan ini adalah, Dr.Ahrie Sonta bukan berasal dari disiplin ilmu filsafat dan ilmu-ilmu sosial yang murni, tetapi seorang anggota polisi yang begitu sibuk membantu berbagai satuan tugas (satgas) dan ikut berproses secara intensif dalam kerangka reformasi Polri.

Kesibukan yang sangat menyita waktu, energi dan emosi tersebut, justru dapat dengan baik “melandingkan” sebuah disertasi yang sangat kental bernuasa falsafah dan etik sehingga dapat dengan tepat menggunakan pisau analisis Pierre Bourdieu dalam membedah dinamika struktur dan kultur Polri. Hal itu tidak mudah dilakukan oleh seorang akademikus yang mempunyai disiplin khusus filsafat dan ilmu-ilmu sosial murni, apalagi untuk seorang Kompol Polisi Dr. Ahrie Sonta. Sehingga patut diberikan penghargaan akademik yang sangat baik.

Kedua, Dr. Ahrie Sonta adalah seorang muda yang sangat gigih dan pantang menyerah dalam proses penyelesaian tugas-tugasnya di arena akademis maupun di struktur kepolisian. Sebagai bagian dari angkatan pertama, dan lulusan pertama, pendidikan S-3 di STIK/PTIK, Dr. Ahrie Sonta telah menunjukan kualitas primanya sebagai role model yang dapat mengikuti semua dinamika pendidikan tinggi yang sedang mencari bentuknya.

Tentu tidak mudah untuk mengikuti semua jenis perubahan mendadak dan terkadang belum terjadual yang harus dilalui sebagai “kelinci percobaan” dari sebuah sistem yang sedang dibangun. Akan tetapi Dr. Ahrie Sonta dapat beradaptasi dengan cepat bahkan dapat menunjukan kualitas prima seorang akademikus yang pantang menyerah dan menghasilkan karya yang sangat luar biasa.

Dr. Ahrie Sonta adalah seorang pembelajar sejati yang sangat santun yang mau mendengarkan dan belajar dari siapapun, dan juga seorang dermawan ilmu yang sangat ringan tangan untuk membantu sesama yang sangat membutuhkan. Proses dialogis itu kemudian dapat membawanya untuk menjadi seorang yang mempunyai kepribadian yang paripurna dan sekaligus menjadi seorang intelektual yang berkarakter.

Hal tersebut sangat tercermin dalam cara dan sikap Dr. Ahrie Sonta ketika menjawab semua pertanyaan penguji dengan tepat, bernas dan elegan. Tentu, jawaban tersebut merupakan manifestasi dari akumulasi pengetahuan yang luas dan mendalam serta karakter kepribadian yang sangat santun dan penuh dengan nuansa etika kemanusiaan.

Ketiga, Dr. Ahrie Sonta adalah seorang anak yang sangat menghargai peran orang tua dan keluarga. Ia sangat terharu pada saat memberikan penghargaan pada kedua orang tuanya, terutama persembahan untuk ayahanda tercinta yang telah mendahului. Dr. Ahrie Sonta juga mengundang semua anggota keluarga yang ia cintai untuk dapat menyaksikan proses pengujian disertasi yang telah ia selesaikan. Perpaduan antara sikap hormat terhadap orang tua dan juga seniornya di jajaran Polri, termasuk terhadap dosen-dosennya dengan ketajaman analisis dan kerja keras yang pantang menyerah, dapat menghasilkan sebuah karya ilmiah yang mumpuni.

Sehingga saya sangat merekomendasikan agar karya ilmiah ini dapat diperbanyak (dicetak) dalam bentuk aslinya maupun dalam bentuk popular, agar seluruh jajaran kepolisian dapat menarik pelajaran etika yang sangat penting bagi sebuah perjalanan reformasi Polri menuju institusi sipil pelayan publik dalam ruang keamanan nasional. Karya Ilmiah ini dapat menjadi sebuah energi baru yang dapat berkontribusi untuk perbaikan tata prilaku anggota Polri dan sekaligus memberikan inspirasi bagi calon intelektual baru dari kalangan kepolisian RI.

Selamat pada Dr. Ahrie Sonta semoga kemudian anda mendapatkan posisi dan tantangan kerja baru yang dapat mengaplikasikan ilmu kepolisian yang sudah anda selesaikan pada taraf pendidikan tertinggi. Semoga Allah SWT selalu meridhoi setiap usaha kebajikan kita semua.

Jakarta, 10 Juni 2018

Djuni Thamrin Ph.D, merupakan Executive Director of TRANSFORMASI, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH

Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × five =

Ke Atas