Connect with us

Ahriesonta.id

Pemusnahan 9,9 Hektar Ladang Ganja di Aceh

Dirditresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan Melakukan Pemusnahan Ganja Di Ladang Ganja Aceh Besar (istimewa/beritabuana.co).

Pengabdian

Pemusnahan 9,9 Hektar Ladang Ganja di Aceh

Ganja yang ditemukan petugas dari Satgassus, yakni gabungan dari Polri dan BNN serta dibantu unsur TNI, di kawasan Aceh Besar seluas 9,9 hektare, adalah jenis hybrid.

Ganja jenis hybrid, menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan yang turut serta operasi, adalah pohon ganja yang hanya berukuran tinggi 80 – 90 cm.

“Ganja jenis hybrid cepat di panen. Jenis ganja itu berbeda dengan ganja biasanya, yang membutuhkan waktu panen agak lama hingga tingginya mencapai 2 meter. Kualitas ganja ini tidak kalah dari yang biasanya, bahkan lebih berkualitas,” jelas Suwondo.

Oleh karena itu, terang Suwondo, petani ganja di Aceh saat ini lebih banyak memilih menanam jenis hybrid. Harganya pun dipasaran sangat menjanjikan.

Mereka menanam pohon narkotika jenis ganja itu, menurut Suwondo, dilakukan ditengah hutan. Tujuannya agar tak terendus oleh pihak aparat keamanan dan orang-orang pada umumnya.

Tim Satgassus Polri dan BNN pun yang menemukan ganja itu harus melakukan perjalanan panjang untuk mencapai lokasinya.

“Hitungan kami dari lokasi titik kumpul di bawah. Berjalan mencapai ladang ganja itu membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Itu pun kami berjalan cepat. Tidak jalan leha-leha,” jelas Suwondo.

Bukan itu saja, jalan yang yang dilalui bukan jalan biasa. Jalannya menaik dan cukup terjal. Tapi beruntung, anggota semua fisiknya siap sehingga kita mencapai ladang ganja itu masih tetap stambil dan segar bugar.

Sampai pada pembakaran ladang ganja itu pun, jelas Suwondo, anggota masih tetap segar bugar. Tak terasa lagi raut-raut wajah keletihan.

“Bagi kami tugas adalah tugas. Melindungi masyarakat sebuah kewajiban. Tak bisa ditawar-tawar,” kata Suwondo yang mungkin saat ini masih melakukan penyisiran daerah-daerah lainnya, yang masih di wilayah sama, dikawasan Aceh Besar, di mana ditemukan seluas 9,9 hektare ladang ganja.

Ladang itu sendiri ada dua klasifikasi. Yang siap panen dan tidak. 7 hektare adalah lahan ganja yang siap panen, dan sisanya seluas 2,9 hektare belum siap panen. Saat ini ladang itu sudah dibakar.

Petugas yang tergabung dalam Satgassus, sampai Jumat (27/4/2018), masih melakukan penyisiran di daerag tersebut dan perbukitan lainnya di daerah yang sama.

“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk temuan 9,9 Hektar ladang ganja itu,” tutupnya. []

Berita ini disadur dari laman Berita Buana dengan judul asli Satgassus Bakar 9,9 Hektar Ladang Ganja Jenis Hybrid

Klik untuk komentar

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + fifteen =

Populer

Ke Atas